Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Overtrading Dalam Forex?

 Overtrading adalah salah satu penyakit withering berbahaya yang perlu diwaspadai dan dihindari. Artikel ini akan mengulas information lengkap di balik overtrading.


Overtrading adalah tindakan membuka posisi terlalu banyak atau terlampau sering. Yang digunakan sebagai standar di sini bukanlah jumlah, melainkan disiplin Anda terhadap rencana exchanging. Ketika Anda open posisi lebih sering dari biasanya, berani menambah ukuran exchanging tanpa alasan legitimate, dan secara keseluruhan mengabaikan cara exchanging yang aman, maka di saat itulah Anda dikatakan melakukan overtrading.

Overtrading sendiri adalah istilah yang telah lama ada dan lebih dulu dikenal dalam exchanging saham. Karena dunia exchanging forex juga tak luput dari risiko overtrading, maka nama ini kemudian digunakan untuk mendeskripsikan tindakan para merchant forex yang terlalu banyak membuka posisi. Lantas, apa yang memicu terjadinya overtrading?

Penyebab Dan Pengaruh Overtrading

Overtrading disebabkan oleh 2 emosi exchanging, yaitu keserakahan dan rasa balas dendam. Saat melihat pergerakan harga sedang menguntungkan, merchant yang diliputi rasa serakah acap kali menambah posisi atau memperbesar ukuran exchanging untuk memaksimalkan potensi benefit.

Karena sudah diliputi nafsu, mereka tak mengecek konfirmasi sinyal atau melakukan analisa lebih jauh sebelum menambah posisi. Konsep exchanging yang aman joke ditinggalkan demi mengejar keuntungan di depan mata. Ketika tak lama kemudian harga berubah arah dan kerugian dealer jadi berlipat akibat posisi-posisi ekstra yang dibuka secara spontan, maka yang selanjutnya tersisa hanyalah penyesalan.

Di sisi lain, keinginan membalas dendam juga dapat memicu overtrading dalam forex. Niat ini berawal dari kekalahan yang tidak siap diterima oleh dealer. Ia merasa kerugian yang dideritanya tak masuk akal karena sudah section berdasarkan sinyal yang menurutnya withering bagus. Di samping itu, besar misfortune yang ia tanggung mendorongnya untuk kembali section agar bisa mengganti kerugian sebelumnya.

Karena belum menyadari kesalahan, ia tak melakukan evaluasi apapun untuk mempraktekkan cara exchanging yang aman. Ketika selanjutnya ia kembali kalah, maka aksi balas dendam yang ia lakukan bukannya menutupi kerugian, tapi justru semakin memperbesar misfortune.

Mengenali Gejala Overtrading

Dari 2 contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa overtrading memiliki dampak yang sangat merugikan. Padahal, overtrading adalah tindakan tak perlu yang sebenarnya bisa dihindari sedari awal.

Banyak merchant khususnya pemula tak menyadari bahaya overtrading. Mereka baru sadar ketika efek overtrading sudah menghancurkan akun mereka. Untuk menghindari kejadian serupa, ada baiknya Anda mengenali gejala overtrading sedari awal.

Kecenderungan untuk melakukan overtrading bisa didiagnosa dari 5 ciri-ciri di bawah ini:

  1. Setelah beberapa kali menang, Anda sering merasa terlalu percaya diri.
  2. Ketika misfortune, Anda selalu merasa wajib untuk mengganti kerugian.
  3. Anda sering khawatir bakal ketinggalan peluang dan menyesali kesempatan yang terlewat. Saat mengalami kegagalan, Anda menganggap hal itu adalah akibat dari terlewatnya peluang exchanging sebelumnya.
  4. Ketika tidak exchanging atau melihat graph, Anda merasa tidak tenang. Dalam kasus ini, Anda bisa dikatakan menderita "ketagihan exchanging".
  5. Anda merasa bosan dengan cara exchanging yang aman sesuai rencana exchanging. Meski hal itu sudah berhasil mendatangkan keuntungan konsisten, bagi Anda hal itu kurang menyenangkan karena tidak ada tantangan. Akibatnya, Anda suka berpetualang mencari strategi baru yang belum teruji dan asal mencobanya untuk sekedar mengusir rasa bosan.

Menghindari Bahaya Overtrading

Percaya atau tidak, tanda-tanda overtrading di atas banyak dialami merchant dari semua tingkatan. Yang membedakan apakah seorang merchant bersikap amatir atau profesional adalah kesigapannya dalam mengenali, mengakui, dan memulihkan diri dari efek overtrading. Jika Anda ingin bersikap layaknya seorang merchant star, berupayalah sebaik mungkin untuk memahami risiko overtrading.

Tiga tips berikut ini akan membeberkan tips exchanging yang aman untuk mencegah terjadinya overtrading.

1. Susun Rencana Trading Dan Terapkan Dengan Disiplin

Mempunyai rencana exchanging adalah trik pertama yang bisa menjauhkan Anda dari overtrading. Faktanya, overtrading hampir selalu disebabkan oleh tindakan impulsif yang seringkali dilakukan oleh merchant tanpa rencana exchanging.

Meski demikian, mereka yang sudah memiliki rencana exchanging play on words belum 100 percent aman, karena masih ada kemungkinan menyimpang yang perlu diwaspadai. Itulah sebabnya, memiliki rencana exchanging saja tak cukup untuk mengamankan diri dari overtrading. Harus ada komitmen dalam diri untuk menerapkan rencana dengan disiplin, karena overtrading selalu berakar dari penyimpangan terhadap aturan yang sebelumnya ditetapkan.

2. Berpikir Dan Bersikap Realistis

Untuk menghindari overtrading yang disebabkan oleh rasa balas dendam, mulailah berpikir dan bersikap realistis. Jangan menolak mentah-mentah potensi misfortune, tapi terima dan antisipasi kemungkinan itu dengan sebaik-baiknya.

Exchanging forex bukanlah sesuatu yang bisa diprediksikan secara pasti. Dimana ada peluang keberhasilan, potensi kegagalan juga akan selalu mengiringi. Menang ataupun kalah, benefit maupun misfortune adalah skenario-skenario wajar yang bisa terjadi exchanging forex. Justru tak realistis jika Anda berharap bisa selalu menang dan terus mencetak keuntungan, karena bahkan merchant withering profesional quip pasti pernah mengalami kerugian.

Dalam hal ini, manfaatkanlah ilmu manajemen risiko yang diciptakan untuk membantu merchant meminimalisir peluang kerugian, sehingga bisa menjalankan strategi exchanging yang aman.

3. Latih Kesabaran Untuk Menanti Peluang Terbaik

Peluang pasar forex yang bisa tercipta baik saat harga naik ataupun turun memang efektif memancing antusiasme, tapi ketahuilah bahwa tidak semua peluang memiliki potensi yang layak dimaksimalkan.

Misalnya saja, pasar moving memiliki potensi keuntungan lebih besar daripada sideways. Di sisi lain, pasar going lebih bisa dimanfaatkan ketimbang kondisi rough yang susah diprediksi. Anda bisa belajar mengenali dan memilih peluang terbaik dalam exchanging. Prinsipnya, semakin bagus kualitas sebuah peluang, maka semakin jarang pula kemunculannya. Hal ini selaras dengan ide pokok para analis teknikal yang sudah membuktikan kebenarannya melalui penggunaan indikator di beberapa time period exchanging.

Jika melewatkan suatu peluang, Anda juga tak perlu cemas berlebihan karena harga bergerak dalam pola yang selalu berulang. Pasar forex aktif relentless selama Senin-Jum'at, sehingga akan selalu ada kesempatan bagi Anda untuk menangkap peluang berikutnya yang tercipta di pasar forex.

Memiliki antusiasme tinggi memang positif, tapi bisa mendatangkan bencana jika Anda tak mampu mengendalikannya. Dengan pemahaman yang terukur mengenai peluang exchanging, Anda bisa belajar menahan diri agar tidak terjerumus ke dalam overtrading.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Overtrading Dalam Forex?"