Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hal Penting: Pelajari Dulu Support Resistance Sebelum Main Saham!

 Support Resistance - Secara istilah, konsep help dan obstruction digunakan untuk merujuk pada tingkat harga tertentu. Support adalah tingkat harga tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu masa. Keberadaan help berfungsi untuk menjaga supaya harga tidak terlalu jatuh.


Sedangkan obstruction merupakan kebalikan dari support. Istilah ini digunakan untuk menyebut tingkat atau edge tertinggi pada suatu masa. Hal ini membuat aksi jual cukup besar sehingga menghambat harga untuk bergerak naik. Biasanya, harga akan turun setelah menyentuh harga obstruction.

Ketika obstruction ditembus (breakout), harga akan naik hingga tingkat opposition berikutnya. Membaca ulasan tentang pengertian help obstruction di atas, mungkin kita belum bisa mendapat gambaran pasti. Untuk mempermudah pemahaman tentang hal ini, mari kita ulas analogi yang lebih sederhana.

Analogi Support dan Resistance

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep help dan data sebenarnya sudah sering kita pakai. Contohnya, sebuah pakaian dijual seharga Rp100.000 pada sebuah commercial center. Suatu hari, harga baju tersebut turun menjadi Rp80.000. Beberapa hari kemudian, harga baju kembali ordinary yaitu Rp100.000.

Hal ini akan membuat kita berpikir bahwa Rp80.000 adalah harga terbaik yang bisa didapatkan. Nah, Rp80.000 inilah yang menjadi titik help atau batas akhir untuk menjaga agar harga tidak semakin turun. Sedangkan opposition, digunakan untuk mencegah harga semakin naik.

Misalnya, harga cabe di sebuah pasar mencapai harga tertingginya pada Bulan ramadhan yaitu Rp200.000 per kilonya. Sebagai pedagang, Anda tentu ingin harga tersebut semakin naik tapi ternyata tidak karena kondisi pasar tidak memadai. Kita quip berpikir bahwa Rp200.000 merupakan harga terbaik yang untuk menjual cabe.

Rp200.000 inilah yang menjadi titik opposition untuk mencegah harga naik lebih tinggi lagi. Dengan customized organization lain, obstruction merupakan batas atas agar harga tetap masuk akal.

Support dan Resistance dalam Trading Saham

Dalam trading saham, help dan obstruction merupakan alat bantu analisa untuk melakukan kegiatan menjual atau membeli saham. Pada grafik pergerakan saham, help ditampilkan sebagai garis lurus horisontal dan berfungsi sebagai batas bawah harga saham yang tidak bisa ditembus seller dalam periode tertentu.

Biasanya, garis help digunakan para pemain saham untuk mulai melakukan pembelian. Mereka akan membeli saham-saham yang menyentuh garis tersebut dengan keyakinan, bahwa harga tersebut adalah yang terbaik, tidak akan turun lagi, dan bahkan memiliki kecenderungan mengalami penaikan.

Dalam grafik pergerakan saham, tampilan opposition berupa garis mendatar dan agak soiling. Hal ini dijadikan acuan para vendor untuk tidak melakukan pembelian apabila ada produk saham yang hampir menyentuh garis obstruction. Pembelian saat sebuah saham mencapai garis tersebut dinilai tidak akan memberi keuntungan.

Bukannya naik, harga saham yang mencapai garis opposition biasanya cenderung mengalami penurunan. Membaca ulasan di atas, kita akan mendapat gambaran betapa pentingnya memahami help opposition sebelum memutuskan terjun dalam bidang trading saham.

Harga Saham Bisa Menembus Batas Atas dan Batas Bawah

Meskipun kerap digunakan sebagai acuan batas atas dan bawah harga saham, bukan berarti harga sebuah produk tidak bisa naik atau turun melampaui garis. Sebagaimana pasar konvensional, pasar saham juga memiliki dinamika sendiri. Misalnya, harga saham akan melampaui batas atas ketika banyak yang melakukan pembelian saat harganya menyentuh garis obstruction.

Hal tersebut juga berlaku pada support, ketika ada aksi penjualan besar-besaran meskipun harganya sudah sampai pada batas bawah. Untuk bertahan dalam kondisi semacam ini, pemain saham akan mengalami cut misfortune agar kerugian akibat harga anjlok dapat diminimalisasi.

Sebagai pengingat, help dan opposition bukan acuan utama yang secara otomatis akan memicu penjualan atau pembelian saham. Keduanya memiliki sifat fleksibel sehingga sewaktu-waktu bisa dilampaui terlalu jauh atau kembali ke titik semula. Inilah mengapa sebagai financial backer, kita harus memperhatikan pergerakan saham harian dan mingguan sebagai referensi sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, help dan obstruction hanyalah alat. Bukan satu-satunya referensi untuk menghasilkan keputusan tepat. Bagaimana penjelasan singkat tentang guide obstruction di atas?

Semoga dari ulasan tersebut Anda bisa lebih memahami dinamika pasar saham dan mampu melakukan tindakan bijaksana. Selamat exchanging.

Posting Komentar untuk "Hal Penting: Pelajari Dulu Support Resistance Sebelum Main Saham!"